Biaya Konsumsi Haji Turun, Porsi Makan Jemaah Justru Lebih Besar

Advertisement

Biaya Konsumsi Haji Turun, Porsi Makan Jemaah Justru Lebih Besar

Selasa, 20 Januari 2026

 

Biaya Konsumsi Haji Turun, Porsi Makan Jemaah Justru Lebih Besar

Efisiensi Anggaran Konsumsi Haji Tahun 2026

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah memastikan adanya penyesuaian biaya konsumsi jemaah haji tahun 2026. Penurunan harga paket makan dilakukan tanpa mengurangi kualitas layanan yang diterima jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan bahwa biaya konsumsi per porsi mengalami penurunan dari sebelumnya 40 riyal menjadi 36 riyal. Kebijakan ini diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap skema pengadaan dan distribusi konsumsi.

Meski anggaran ditekan, pemerintah justru menaikkan porsi makanan utama. Nasi dan lauk yang disajikan kepada jemaah kini memiliki gramasi lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga kebutuhan energi tetap terjaga selama ibadah berlangsung.

Peningkatan Porsi Makan Jemaah di Tengah Penurunan Harga


Dalam pemaparannya di hadapan Komisi VIII DPR RI, Dahnil menegaskan bahwa efisiensi biaya tidak berarti pengurangan hak jemaah. Justru terjadi penyesuaian positif pada porsi makan, khususnya pada sumber karbohidrat dan protein.

Gramasi nasi yang sebelumnya berada di kisaran 150 gram kini ditingkatkan menjadi sekitar 170 gram per porsi. Hal serupa juga berlaku pada lauk pauk, terutama yang mengandung protein hewani dan nabati sebagai sumber tenaga utama.

Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga stamina jemaah, mengingat aktivitas ibadah haji menuntut kondisi fisik yang prima. Pemerintah menilai peningkatan porsi lebih relevan dibandingkan mempertahankan skema lama yang kurang optimal secara gizi.

Penyesuaian Komposisi Gizi dan Pengawasan Lapangan


Selain nasi dan lauk, komponen sayuran dalam menu jemaah juga mengalami penyesuaian. Gramasi sayur diturunkan tipis dari 80 gram menjadi 75 gram per porsi, berdasarkan rekomendasi ahli gizi yang dilibatkan dalam perencanaan menu.

Menurut Dahnil, para ahli menilai kebutuhan utama jemaah haji adalah asupan protein dan energi. Oleh karena itu, penambahan porsi lauk dianggap lebih penting, sementara pengurangan sayur dilakukan secara terbatas agar keseimbangan gizi tetap terjaga.

Dari sisi anggaran, Kementerian Haji dan Umrah berhasil melakukan efisiensi lebih dari Rp123 miliar khusus pada sektor konsumsi. Tantangan berikutnya adalah memastikan kebijakan tersebut benar-benar diterapkan secara konsisten di lapangan demi kenyamanan dan kesehatan seluruh jemaah.

Video

Video