Rencana Renovasi Kennedy Center oleh Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana ambisius untuk merenovasi Kennedy Center di Washington D.C. Alih-alih merobohkan seluruh bangunan, Trump ingin mempertahankan struktur asli dan beberapa elemen marmer yang ada. Proyek ini bertujuan menghadirkan tampilan baru yang modern dan megah untuk pusat kesenian ikonik itu.
Trump menekankan bahwa renovasi ini akan memanfaatkan baja dari gedung lama. Baja tersebut akan diperiksa secara menyeluruh sebelum digunakan kembali. Material ini akan ditampilkan secara terekspos, sehingga menambah estetika desain baru bangunan.
Penutupan sementara Kennedy Center diperkirakan dimulai pada 4 Juli 2026. Menurut Trump, penutupan ini diperlukan agar proses konstruksi dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Proyek ini juga akan memungkinkan tim konstruksi bekerja tanpa gangguan pengunjung.
Proyeksi Biaya dan Pendanaan Renovasi
Dalam pengumumannya, Trump memperkirakan proyek renovasi Kennedy Center akan menghabiskan sekitar US$ 200 juta atau setara Rp 3,35 triliun dengan kurs saat ini. Ia menegaskan bahwa proyek ini sudah sepenuhnya didanai. Dengan pendanaan yang tersedia, ia yakin renovasi dapat diselesaikan sesuai rencana.
Menurut Trump, gedung baru akan menjadi lebih mengesankan dibanding versi sebelumnya. Ia menyebut desain akhir akan “berada di level tertinggi” dengan kombinasi elemen modern dan klasik. Selain itu, penggunaan kembali material lama akan menjaga nuansa sejarah bangunan tetap terasa.
Pendanaan proyek ini juga dinilai Trump sebagai keuntungan tambahan. Dengan biaya yang jelas dan sudah dialokasikan, ia yakin proyek ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Hal ini juga memberi kepastian bagi publik terkait kelanjutan revitalisasi Kennedy Center.
Penambahan Nama Trump dan Kontroversi Hukum
Sebelum rencana renovasi diumumkan, Trump pernah mengungkapkan bahwa Dewan Pengawas Kennedy Center setuju menambahkan namanya ke gedung. Akibatnya, papan nama baru terpasang dengan tulisan “Donald J. Trump dan John F. Kennedy Memorial Center for the Performing Arts”. Keputusan ini memicu reaksi beragam di publik.
Langkah tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai aspek hukum. Seorang anggota parlemen dari Partai Demokrat, Joyce Beatty, bahkan menggugat pemerintah. Gugatan itu menyoroti prosedur penambahan nama yang dilakukan tanpa persetujuan Kongres.
Kontroversi ini menjadi sorotan media karena menyangkut simbol publik dan warisan budaya. Banyak pihak mempertanyakan apakah prosedur tersebut sesuai dengan aturan resmi. Meski demikian, Trump tetap menegaskan bahwa fokus utama adalah renovasi dan modernisasi fasilitas.
Penutupan dan Manfaat Renovasi
Trump menjelaskan bahwa penutupan sementara Kennedy Center akan memberi tim konstruksi akses penuh ke seluruh gedung. Dengan demikian, pengerjaan renovasi diharapkan lebih cepat dan hasilnya optimal. Pengunjung sementara akan dialihkan atau dijadwalkan ulang agar aktivitas seni tidak terganggu.
Selain itu, renovasi diharapkan meningkatkan pengalaman pengunjung. Fasilitas modern dan estetika baru diyakini akan menarik lebih banyak audiens dan artis internasional. Trump menegaskan tujuan utamanya adalah mengangkat reputasi Kennedy Center ke level dunia.
Renovasi ini juga berpotensi menjadi ikon baru bagi Washington D.C. Dengan kombinasi desain modern dan elemen historis, Kennedy Center yang diperbarui akan tetap mempertahankan identitas aslinya. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga warisan budaya sambil menghadirkan inovasi baru.
