Bodo/Glimt Bikin Kejutan di Liga Champions, Strategi Knutsen Bungkam Manchester City

Advertisement

Bodo/Glimt Bikin Kejutan di Liga Champions, Strategi Knutsen Bungkam Manchester City

Selasa, 20 Januari 2026

Bodo/Glimt Bikin Kejutan di Liga Champions, Strategi Knutsen Bungkam Manchester City

 

Strategi Cerdas Bodo/Glimt di Balik Tumbangnya Manchester City


Bodo/Glimt mencuri perhatian publik Eropa setelah menumbangkan Manchester City dengan skor meyakinkan 3-1. Hasil ini jelas berada di luar banyak prediksi, mengingat status City sebagai raksasa sepak bola Inggris dan Eropa. Namun, tuan rumah tampil disiplin, efektif, dan penuh keyakinan sejak menit awal laga.

Kemenangan ini bukan sekadar soal skor, tetapi juga soal kecerdasan taktik. Pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen, mengungkap bahwa timnya sudah mempelajari celah permainan The Citizens. Pendekatan strategis itu terbukti ampuh meredam dominasi anak asuh Pep Guardiola.

Hasil tersebut juga memperpanjang periode sulit Manchester City di berbagai kompetisi. Setelah sebelumnya kalah di Liga Inggris, kekalahan ini menambah tekanan bagi sang juara bertahan. Sebaliknya, Bodo/Glimt menegaskan diri sebagai kekuatan yang tak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Kejutan Besar di Tengah Tekanan Favorit


Bermain di kandang sendiri, Bodo/Glimt tampil tanpa rasa gentar menghadapi Manchester City. Mereka langsung menekan sejak awal dan memaksa City keluar dari zona nyaman. Intensitas tinggi membuat permainan berjalan sesuai rencana tuan rumah.

Dua gol cepat dari Kasper Hogh menjadi titik balik pertandingan. Dalam rentang waktu singkat, City dibuat kehilangan kendali dan kepercayaan diri. Gol-gol tersebut lahir dari transisi cepat yang sulit diantisipasi lini belakang lawan.

Manchester City sebenarnya mencoba bangkit melalui penguasaan bola. Namun, rapatnya pertahanan Bodo/Glimt membuat peluang bersih sulit tercipta. Setiap celah yang muncul langsung ditutup dengan disiplin kolektif.

Strategi Bertahan Jadi Kunci Kemenangan


Kjetil Knutsen menekankan pentingnya organisasi pertahanan dalam laga ini. Para pemain diminta menjaga jarak antar lini agar City tidak leluasa bermain di tengah. Pendekatan ini sukses mematikan kreativitas lawan.

Bodo/Glimt juga menerapkan pressing situasional yang efektif. Mereka tidak selalu menekan tinggi, tetapi memilih momen tepat untuk merebut bola. Cara ini membuat City kerap kehilangan ritme serangan.

Kedisiplinan 11 pemain menjadi fondasi utama permainan. Setiap pemain paham peran bertahan, termasuk para penyerang. Kerja sama kolektif inilah yang membuat strategi berjalan sempurna.

Serangan Balik Efisien dan Mental Baja


Selain solid bertahan, Bodo/Glimt memaksimalkan serangan balik dengan presisi. Gol Jens Hauge menjadi contoh sempurna dari transisi cepat yang terukur. Serangan singkat, langsung, dan mematikan.

Manchester City sempat memperkecil ketertinggalan, tetapi momentum sudah terlanjur berpihak pada tuan rumah. Situasi semakin berat bagi City setelah harus bermain dengan sepuluh pemain. Kondisi itu membuat mereka kesulitan mengejar ketertinggalan.

Bagi Knutsen, kemenangan ini adalah hasil dari kepercayaan dan kerja keras. Ia memuji mentalitas pemain yang tetap fokus hingga akhir laga. Bodo/Glimt pun menutup pertandingan dengan rasa bangga dan percaya diri tinggi.

Video

Video