Manchester United Resmi Akhiri Era Ruben Amorim
Manchester United resmi menutup lembaran kerja sama dengan Ruben Amorim. Keputusan ini diumumkan klub pada awal Januari 2026 dan langsung memantik reaksi dari publik sepak bola Eropa. Amorim yang datang dengan reputasi besar sebagai pelatih muda potensial kini harus angkat kaki lebih cepat dari yang diperkirakan banyak pihak.
Pemecatan tersebut terasa mengejutkan karena Amorim belum genap dua musim menangani Setan Merah. Namun, sinyal perpisahan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu, terutama setelah muncul ketegangan internal terkait kebijakan transfer Januari.
Situasi itu membuat posisi Amorim semakin sulit dipertahankan oleh manajemen klub. Kepergian pelatih asal Portugal ini sekaligus menandai berakhirnya sebuah proyek yang sempat menjanjikan harapan. Meski tidak sepenuhnya gagal, hasil yang diraih dianggap belum sesuai ekspektasi besar Manchester United sebagai klub papan atas Inggris dan Eropa.
Keputusan Klub dan Penunjukan Pelatih Interim
Manchester United mengumumkan pemutusan kontrak Ruben Amorim pada Senin, 5 Januari 2026. Langkah ini diambil setelah manajemen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim dan dinamika internal klub. Faktor komunikasi dengan jajaran direksi disebut menjadi salah satu pemicu utama.
Sebagai solusi jangka pendek, MU menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim tim utama. Fletcher sebelumnya menangani tim U-18 dan dinilai memahami kultur klub dengan baik. Penunjukan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ruang ganti di tengah situasi transisi.
Debut Fletcher akan langsung diuji dalam laga tandang menghadapi Burnley. Pertandingan tersebut menjadi momen penting bagi Fletcher untuk menunjukkan kapasitas kepemimpinannya, sekaligus memberi arah baru bagi skuad Manchester United dalam sisa musim berjalan.
Reaksi Pemain atas Kepergian Amorim
Para pemain Manchester United kompak menyampaikan pesan perpisahan kepada Ruben Amorim melalui media sosial. Kapten tim, Bruno Fernandes, menjadi salah satu yang pertama menyampaikan apresiasi. Ia mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan mendoakan kesuksesan Amorim di masa depan.
Harry Maguire juga menyampaikan pesan singkat namun penuh penghormatan. Bek senior tersebut mengakui kontribusi Amorim selama menangani tim, meski periode kerja sama mereka terbilang singkat. Ungkapan serupa datang dari beberapa pemain inti lainnya.
Diogo Dalot, Matthijs de Ligt, hingga Amad Diallo turut menyuarakan rasa hormat mereka. Amad yang tengah memperkuat negaranya di Piala Afrika tetap meluangkan waktu untuk mengirim pesan perpisahan, menandakan hubungan profesional yang tetap terjaga.
Catatan Perjalanan Amorim Bersama Setan Merah
Ruben Amorim direkrut dari Sporting CP dengan ekspektasi tinggi. Ia dikenal sebagai pelatih modern dengan pendekatan taktik progresif dan kemampuan membangun tim muda. Kedatangannya sempat dianggap sebagai awal era baru di Old Trafford.
Dalam 14 bulan masa kepemimpinannya, Amorim berhasil membawa Manchester United ke final Liga Europa. Pencapaian tersebut menjadi sorotan positif, meski gagal diiringi konsistensi di kompetisi domestik. Hasil di liga kerap naik turun dan memicu kritik.
Secara statistik, Amorim mencatatkan 25 kemenangan dari 63 pertandingan di semua kompetisi. Namun, jumlah kekalahan yang mencapai 23 laga membuat manajemen menilai performa tim belum stabil. Akhirnya, klub memilih mengakhiri kerja sama lebih awal.
Tantangan MU Setelah Pergantian Pelatih
Pergantian pelatih di tengah musim selalu membawa tantangan tersendiri. Manchester United kini dihadapkan pada tugas berat untuk menjaga performa tim agar tidak semakin terpuruk. Peran Darren Fletcher menjadi krusial dalam fase transisi ini.
Selain soal taktik, manajemen juga harus memastikan kondisi mental pemain tetap terjaga. Reaksi positif para pemain terhadap kepergian Amorim menunjukkan ruang ganti relatif kondusif. Hal ini menjadi modal penting untuk melanjutkan kompetisi.
Ke depan, Manchester United diperkirakan akan kembali mencari manajer permanen dengan kriteria yang sesuai visi jangka panjang klub. Sementara itu, sorotan publik akan tertuju pada bagaimana Fletcher membawa Setan Merah melewati periode sulit ini.
