Tren Penjualan Mobil Elektrifikasi 2025
Penjualan mobil elektrifikasi di Indonesia terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Data Gaikindo mencatat pertumbuhan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Dari total pasar nasional, mobil berteknologi elektrifikasi semakin diminati masyarakat.
Secara wholesales, penjualan mobil elektrifikasi mencapai 175.144 unit dari total 803.687 unit mobil baru. Artinya, hampir 22 persen mobil baru yang beredar di Indonesia sudah mengusung teknologi ramah lingkungan ini. Angka ini menunjukkan kesadaran konsumen terhadap mobil elektrifikasi mulai meningkat.
Setiap segmen mobil elektrifikasi mengalami pertumbuhan berbeda-beda. Meski pasar mobil secara keseluruhan sedikit menurun, elektrifikasi tetap jadi sorotan karena penjualannya tumbuh lebih cepat dibanding mobil konvensional.
Pertumbuhan Tiap Segmen Mobil Elektrifikasi
Segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mencatat pertumbuhan paling tajam pada 2025. Penjualan PHEV mencapai 5.134 unit, naik 3.775 persen dibanding 2024 yang hanya 136 unit. Lonjakan ini menandai minat konsumen terhadap mobil hibrida dengan kemampuan pengisian daya listrik eksternal.
Sementara itu, mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) juga meningkat pesat. Sepanjang 2025, total 103.931 unit BEV terdistribusi, naik 141 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini menegaskan semakin tingginya antusiasme konsumen terhadap mobil listrik tanpa emisi.
Segmen hybrid konvensional juga tumbuh positif. Dari 59.903 unit pada 2024, penjualannya naik menjadi 65.943 unit. Pertumbuhan 10 persen ini menunjukkan kombinasi antara efisiensi bahan bakar dan teknologi listrik tetap menarik bagi masyarakat.
Penjualan Mobil Nasional 2025
Total penjualan mobil di Indonesia sepanjang 2025 tercatat 803.687 unit, menurun 7,2 persen dibanding tahun sebelumnya. Meski ada penurunan, pencapaian tahunan tetap sesuai target industri otomotif nasional. Salah satu faktor pendorong utama adalah lonjakan penjualan pada bulan Desember.
Penjualan wholesales pada Desember 2025 mencapai 94.100 unit, naik 25,7 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Jika dibandingkan bulan sebelumnya, kenaikan mencapai 26,9 persen, menjadi puncak tertinggi sepanjang tahun.
Retail sales atau penjualan dari dealer ke konsumen juga meningkat signifikan pada Desember. Total penjualan mencapai 93.833 unit, naik 18,3 persen dibanding November 2025. Hal ini menandai tren pembelian mobil yang lebih agresif menjelang akhir tahun.
Faktor Lonjakan Penjualan Akhir Tahun
Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, menyebut beberapa faktor di balik lonjakan penjualan pada akhir tahun. Produsen mobil gencar menawarkan promosi dan diskon besar untuk menarik konsumen. Strategi ini terbukti meningkatkan minat beli menjelang penutupan tahun.
Selain promosi, insentif pemerintah yang berakhir di Desember turut mendorong percepatan pembelian. Konsumen terdorong memanfaatkan kesempatan sebelum kebijakan tersebut selesai, sehingga memicu lonjakan penjualan.
Fenomena ini menunjukkan kombinasi strategi pasar dan kebijakan pemerintah memiliki dampak signifikan terhadap perilaku konsumen. Akhir tahun menjadi momentum penting bagi industri otomotif untuk mencapai target tahunan.
Rekapitulasi Penjualan Mobil Elektrifikasi
Berdasarkan data Gaikindo, total distribusi mobil elektrifikasi sepanjang 2025 sebagai berikut:
-
BEV: 103.931 unit
-
Hybrid: 65.943 unit
-
PHEV: 5.270 unit
-
Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV): 1 unit
Angka ini menegaskan tren pertumbuhan positif di semua segmen elektrifikasi, dengan PHEV sebagai segmen tercepat berkembang. Konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap kendaraan ramah lingkungan, menandai transformasi pasar otomotif yang signifikan.
