Pilihan Mobil RWD Terjangkau untuk Konsumen yang Mengutamakan Keseimbangan dan Daya Tahan
Mobil dengan sistem penggerak roda belakang atau rear wheel drive (RWD) kini semakin jarang ditemui di kelas harga terjangkau. Padahal, konfigurasi ini masih punya peminat tersendiri karena karakter berkendara yang stabil dan kuat di berbagai kondisi jalan.
Di tengah dominasi mobil penggerak roda depan, sejumlah pabrikan masih mempertahankan RWD untuk beberapa model tertentu. Menariknya, sebagian dari mobil tersebut masih bisa ditebus dengan dana di kisaran Rp 200 jutaan.
Bagi konsumen yang mengutamakan daya tahan, distribusi tenaga seimbang, serta performa di tanjakan, mobil RWD tetap relevan. Berikut gambaran pilihan serta keunggulan teknisnya yang patut diketahui.
Mobil RWD Rp 200 Jutaan yang Masih Tersedia
Di segmen Low MPV, Wuling Confero menjadi salah satu model terakhir yang mempertahankan sistem penggerak roda belakang. Mobil ini menyasar konsumen keluarga dengan kebutuhan daya angkut serta ketahanan untuk penggunaan harian.
Secara teknis, Wuling Confero dibekali mesin 4 silinder DOHC berkapasitas 1.485 cc. Mesin tersebut menghasilkan tenaga sekitar 98 dk dengan torsi puncak 135 Nm, cukup untuk kebutuhan mobilitas perkotaan dan perjalanan luar kota.
Kombinasi mesin dan penggerak belakang membuat Confero terasa stabil saat membawa muatan penuh. Karakter ini menjadi alasan utama mengapa model ini masih diminati di kelas harga terjangkau.
Alternatif SUV RWD di Kelas Harga Terjangkau
Selain MPV, konfigurasi RWD juga masih ditemukan pada SUV ladder frame ringan seperti Daihatsu Terios dan Toyota Rush. Kedua model ini dikenal sebagai SUV kompak yang cocok untuk kebutuhan keluarga muda.
Daihatsu Terios ditawarkan dalam beberapa varian dengan harga mulai pertengahan Rp 200 jutaan hingga mendekati Rp 290 jutaan. Sementara Toyota Rush sebagai model kembarannya berada sedikit lebih tinggi dari sisi harga.
Keduanya mengandalkan mesin 1.496 cc berkode 2NR-VE yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 104 PS. Mesin ini dipadukan dengan penggerak roda belakang untuk menjaga kestabilan saat melintasi jalan menanjak.
Karakter Teknis Penggerak Roda Belakang
Secara mekanis, sistem RWD menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang melalui gardan. Komponen ini berfungsi menghubungkan transmisi dengan roda penggerak secara langsung dan efisien. Pembagian tugas roda menjadi lebih jelas, di mana roda depan fokus pada pengendalian arah.
Sementara itu, roda belakang bertanggung jawab penuh terhadap dorongan tenaga mesin ke permukaan jalan. Konfigurasi tersebut membuat beberapa komponen seperti ban depan, sistem kemudi, dan ball joint bekerja lebih ringan. Dampaknya, usia pakai komponen bisa lebih panjang dibanding sistem penggerak depan.
Keunggulan RWD untuk Kondisi Jalan Indonesia
Mobil dengan penggerak roda belakang dikenal lebih percaya diri saat menghadapi tanjakan. Dorongan dari roda belakang membantu menjaga traksi tetap optimal, terutama saat membawa penumpang penuh. Selain itu, distribusi bobot kendaraan terasa lebih seimbang ketika melaju di kecepatan menengah.
Pengemudi juga mendapatkan feedback kemudi yang lebih natural pada beberapa kondisi jalan. Meski tidak selalu unggul dari sisi efisiensi, RWD tetap menawarkan kenyamanan dan daya tahan. Inilah alasan mengapa sebagian konsumen masih setia memilih mobil dengan sistem penggerak ini.
