Realisasi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis
Kementerian Keuangan mencatat realisasi penuh anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 51,5 triliun hingga 31 Desember 2025. Anggaran tersebut telah tersalurkan sesuai dengan pagu yang ditetapkan, menandakan efisiensi dalam pelaksanaan program.
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menambahkan, dari total realisasi, manfaat langsung yang diterima masyarakat mencapai Rp 43,3 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar dana program langsung memberikan dampak bagi penerima manfaat.
Program MBG menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan November 2025, saat realisasi baru mencapai Rp 41,3 triliun. Jumlah penerima manfaat pada waktu itu tercatat sekitar 41,9 juta orang.
Jangkauan Penerima dan Infrastruktur Program MBG
Hingga 7 Januari 2026, program MBG telah dinikmati oleh lebih dari 56 juta penerima di seluruh 38 provinsi Indonesia. Peningkatan cakupan ini menunjukkan ekspansi cepat dalam penyaluran bantuan gizi.
Penyelenggaraan program MBG didukung oleh 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). SPPG ini tidak hanya menjadi pusat distribusi makanan bergizi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi 799.319 orang.
Dengan adanya jaringan SPPG yang luas, program MBG mampu memastikan setiap penerima memperoleh manfaat secara merata. Hal ini sekaligus meningkatkan ketahanan gizi masyarakat di berbagai wilayah.
Program Sekolah Rakyat: Realisasi dan Manfaat
Selain MBG, pemerintah juga menyalurkan anggaran untuk program Sekolah Rakyat, mencapai Rp 6,6 triliun atau 85% dari pagu yang ditetapkan. Anggaran ini dialokasikan untuk renovasi sentra pendidikan dan penyelenggaraan sekolah bagi anak kurang mampu.
Kementerian Pekerjaan Umum memanfaatkan Rp 5,4 triliun untuk renovasi sentra pendidikan, sementara Kementerian Sosial menggunakan Rp 1,1 triliun untuk operasional sekolah. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas belajar bagi peserta didik.
Program ini telah menjangkau 15.895 siswa kurang mampu dan melibatkan 6.849 guru serta tenaga pendidik. Sebanyak 166 Sekolah Rakyat kini telah dioperasikan, menjadi titik awal pendidikan berkualitas di wilayah yang membutuhkan.
Dampak Sosial dan Ekonomi Program MBG dan Sekolah Rakyat
Kedua program ini tidak hanya memberikan manfaat pendidikan dan gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Pekerja yang terlibat dalam SPPG dan renovasi sekolah memperoleh penghasilan tambahan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Manfaat langsung yang diterima masyarakat melalui MBG dan Sekolah Rakyat memperlihatkan efektivitas pengelolaan anggaran negara. Distribusi yang tepat sasaran membuat setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan dampak nyata.
Secara keseluruhan, keberhasilan program ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program MBG dan Sekolah Rakyat menjadi contoh nyata sinergi antara kebijakan fiskal dan pembangunan sosial.
