Sejarah Piala AFF dan Perkembangannya
Piala AFF merupakan turnamen sepakbola bergengsi yang mempertemukan tim nasional Asia Tenggara. Turnamen ini sudah digelar selama lebih dari 30 tahun dengan berbagai cerita menarik di tiap edisinya.
Kejuaraan ini awalnya bernama Tiger Cup karena sponsor, kemudian berganti AFF Suzuki Cup pada 2008. Edisi perdana berlangsung pada 1996 dan langsung memunculkan Thailand sebagai juara pertama.
Sejak itu, Piala AFF rutin menghadirkan final yang menegangkan, termasuk rivalitas kuat antara Thailand dan Indonesia di awal 2000-an. Sistem pertandingan juga terus berkembang, seperti babak semifinal dan final dengan format tandang-kandang mulai 2004.
Indonesia pernah menjadi tuan rumah pada 2002, 2008, dan 2010. Meskipun belum pernah menjadi juara, Indonesia selalu menarik perhatian karena sukses mencapai posisi runner-up, khususnya pada edisi 2002 dan 2010.
Negara Peserta Piala AFF
Turnamen ini melibatkan tim nasional dari seluruh kawasan Asia Tenggara. Negara-negara yang rutin ambil bagian mencakup Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, Singapura, hingga Filipina dan Timor Leste. Partisipasi ini mencerminkan kompetisi yang semakin kompetitif setiap tahunnya.
Selain tim besar, negara-negara dengan pengalaman terbatas seperti Brunei, Laos, dan Kamboja juga ikut serta. Kehadiran mereka memperluas jangkauan sepakbola di ASEAN dan memberi kesempatan bagi pemain muda menampilkan bakatnya.
Piala AFF juga menjadi ajang untuk meningkatkan kualitas sepakbola regional. Setiap negara berusaha maksimal demi meraih prestise, sementara fans menikmati atmosfer pertandingan yang seru dan penuh strategi.
Daftar Juara Sepanjang Sejarah
Sejak edisi pertama 1996, Piala AFF telah melahirkan beberapa juara dengan dominasi Thailand paling menonjol. Thailand berhasil mengumpulkan 7 gelar juara, termasuk pada 1996, 2000, 2002, 2014, 2016, 2020, dan 2022. Tim berjuluk Gajah Perang ini dikenal karena konsistensi dan performa tinggi di final.
Singapura menempati posisi kedua dengan 4 gelar juara, yaitu pada 1998, 2004, 2007, dan 2012. Prestasi Singapura termasuk rekor mencetak 11 gol melawan Laos di 2007, di mana Noh Alam Shah menyumbang 7 gol sendiri.
Vietnam mengikuti di peringkat ketiga dengan 3 gelar, diraih pada 2008, 2018, dan 2024. Tim ini juga pernah menjadi runner-up pada 1998 dan 2022, menunjukkan konsistensi mereka sebagai pesaing kuat di kawasan.
Prestasi Malaysia dan Indonesia
Malaysia berhasil mencatatkan satu gelar juara pada 2010. Selain itu, mereka tiga kali menjadi runner-up, yakni 1996, 2014, dan 2018. Harimau Malaya menunjukkan perkembangan stabil di setiap edisi, meski persaingan dengan Thailand dan Vietnam cukup ketat.
Sementara itu, Indonesia menjadi tim yang sering mendekati gelar juara tetapi belum pernah menaklukkan final. Tim Merah Putih tercatat enam kali runner-up, termasuk pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020.
Meski belum pernah juara, performa Indonesia tetap patut diacungi jempol karena konsistensi mencapai babak final. Hal ini membuat tim nasional tetap menjadi favorit publik dan media setiap kali Piala AFF digelar.
