Dua Insiden Tendangan Kasar di Liga 4
Baru-baru ini, Liga 4 Indonesia menjadi sorotan setelah dua aksi kasar terjadi di lapangan. Muhammad Hilmi Gimnastiar dari PS Putra Jaya Pasuruan dan Dwi Pilihanto dari KAFI Jogja melakukan tendangan keras terhadap lawan. Hilmi menendang dada lawan, sementara Dwi menendang kepala, memicu sanksi tegas dari Asprov PSSI masing-masing wilayah.
Kedua pemain ini dijatuhi larangan bermain seumur hidup akibat pelanggaran tersebut. PSSI menegaskan bahwa setiap tindakan kekerasan di Liga 4 tidak akan ditoleransi. Kejadian ini terjadi saat tim mereka berjuang menuju fase nasional kompetisi.
Kasus ini sekaligus menyoroti pentingnya disiplin di kompetisi amatir. Liga 4 dirancang sebagai ajang pembinaan pemain muda, sehingga perilaku seperti ini dinilai merusak citra kompetisi. Sanksi tegas diharapkan menjadi pelajaran bagi seluruh peserta.
Mengenal Liga 4: Level Amatir di Piramida Sepak Bola Nasional
Liga 4 merupakan kompetisi amatir tertinggi di Indonesia, berbeda dengan Liga 1, Liga 2, dan Liga Nusantara yang profesional. Kompetisi ini baru memasuki musim keduanya setelah digelar pertama kali pada 2024/25. Liga 4 menyediakan panggung bagi talenta lokal untuk bersinar dan menunjukkan kemampuan mereka.
Sebelumnya, struktur liga nasional hanya terdiri dari tiga tingkat. Dengan hadirnya Liga 4, ada kesempatan lebih banyak bagi klub amatir dan pemain muda mengasah kemampuan. Liga 1 kini disebut Super League, Liga 2 menjadi Championship, dan Liga 3 menjadi Liga Nusantara.
Kompetisi ini juga memberi kesempatan pemerintah daerah berperan aktif. APBD daerah bisa digunakan untuk pembinaan sepak bola, mendorong semangat perserikatan, dan menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
Format Kompetisi Liga 4: Dari Regional ke Nasional
Musim ini, Liga 4 dimulai dari fase regional di tingkat kabupaten/kota. Setiap daerah menyelenggarakan pertandingan lokal untuk memperebutkan Piala Bupati atau Piala Walikota. Tim yang lolos akan melanjutkan ke fase provinsi, kemudian putaran nasional.
Kickoff fase regional dilakukan di Kota Depok dengan laga PS Korpri kontra PS Sawangan di Stadion Merpati, 23 Agustus 2025. Pembukaan turut dihadiri oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Wali Kota Depok Supian Suri.
Liga 4 bertujuan memunculkan pemain muda berbakat dari daerah. Dengan format bertahap, kompetisi memberikan pengalaman bertanding yang sistematis dan mempersiapkan pemain untuk jenjang profesional.
Liga 4 sebagai Jalan Menuju Liga 3
Juara Liga 4 berhak promosi ke Liga 3, yang dimainkan di tingkat provinsi. Sistem ini memberi motivasi besar bagi klub amatir untuk berkompetisi serius. Setiap tim berlaga tidak hanya untuk kemenangan, tapi juga peluang naik kasta.
Kompetisi ini mencerminkan semangat perserikatan yang melibatkan pemerintah daerah. Ajang ini memungkinkan penggunaan dana pembinaan sepak bola secara legal dan transparan. Liga 4 menjadi fondasi penting bagi sepak bola Indonesia yang berkelanjutan.
Insiden tendangan kungfu terjadi saat fase provinsi. Hilmi dan Dwi melakukan pelanggaran di Jawa Timur dan Yogyakarta. Meski kontroversial, kasus ini menunjukkan intensitas persaingan di Liga 4 yang semakin tinggi.
Dukungan dan Visi Erick Thohir
Liga 4 adalah janji kampanye Erick Thohir yang diwujudkan setelah terpilih. Ia menilai struktur liga Indonesia sebelumnya terlalu sedikit dan tidak memberi cukup peluang bermain bagi pemain muda.
Menurut Thohir, kompetisi tambahan di level bawah memberi pengalaman berbeda bagi pemain. Bertemu tim Liga 1 atau Liga 2 memberi atmosfer yang lebih menantang. Liga 4 diharapkan menjadi panggung awal untuk talenta lokal menembus jenjang profesional.
Keberadaan Liga 4 juga bertujuan memulihkan dan memperluas Piala Indonesia. Dengan semakin banyak kompetisi, pemain muda punya kesempatan tampil lebih banyak. Hal ini sejalan dengan visi PSSI mencetak pemain berkualitas sejak level akar rumput.
