Menelusuri Potensi Savana Bukit Punggung Kuda Bombana untuk Trail Run Alam Terbuka

Advertisement

Menelusuri Potensi Savana Bukit Punggung Kuda Bombana untuk Trail Run Alam Terbuka

Senin, 05 Januari 2026

 

Menelusuri Potensi Savana Bukit Punggung Kuda Bombana untuk Trail Run Alam Terbuka

Lanskap Savana Bombana dalam Perspektif Geografis

Kabupaten Bombana di Provinsi Sulawesi Tenggara menyimpan bentang alam savana yang unik dan jarang dieksplorasi secara ilmiah maupun rekreatif. Salah satu lanskap yang menonjol adalah Bukit Punggung Kuda, sebuah kawasan savana alami yang memiliki karakter topografi bergelombang dan terbuka. 

Secara geografis, Bukit Punggung Kuda berada di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, dan masuk dalam kawasan Perkebunan Tebu PT Jhonlin. Lokasinya berbatasan langsung dengan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai sehingga memiliki kemiripan ekosistem savana yang khas. 

Kondisi tersebut menjadikan wilayah ini sebagai zona transisi ekologi yang penting. Savana dengan dominasi rerumputan dan bukit terbuka menciptakan pemandangan luas sekaligus fungsi ekologis sebagai penyangga kawasan konservasi.

Akses Lokasi dan Dinamika Pengelolaan Kawasan


Akses menuju Bukit Punggung Kuda relatif mudah namun membutuhkan pemahaman medan. Dari jalan utama Kendari–Bombana, pengunjung harus menempuh sekitar delapan belas kilometer melalui pemukiman dan area perkebunan tebu aktif.

Di jalur menuju lokasi, terdapat pos penjagaan perusahaan sebagai bentuk kontrol aktivitas manusia. Berdasarkan keterangan petugas, kawasan ini saat ini belum dibuka secara bebas karena meningkatnya tekanan lingkungan akibat sampah dan aktivitas tidak bertanggung jawab.

Pendekatan pengelolaan berbasis izin harian menjadi solusi sementara. Pengunjung diperbolehkan masuk dengan batasan waktu tertentu, khususnya untuk aktivitas non-massal seperti eksplorasi ringan dan olahraga alam terbuka.

Bukit Punggung Kuda sebagai Jalur Trail Run Alami


Dari sudut pandang olahraga alam, Bukit Punggung Kuda memiliki potensi jalur trail run yang sangat menantang. Kontur berbukit dengan jalur tanah alami memaksa pelari mengelola stamina, teknik pijakan, dan navigasi medan terbuka.

Aktivitas trail run di kawasan ini tidak hanya menguji fisik, tetapi juga memberikan pengalaman sensorik yang lengkap. Angin savana, suhu terbuka, dan lanskap luas menciptakan ritme lari yang berbeda dari jalur hutan tertutup.

Dalam durasi kurang dari satu jam, rute berbukit sudah cukup menguras energi. Hal ini menunjukkan bahwa Bukit Punggung Kuda layak dipertimbangkan sebagai lokasi latihan ketahanan dan adaptasi medan alami.

Pesona Danau dan Panorama Terbuka


Salah satu elemen paling menonjol di kawasan ini adalah keberadaan danau alami di antara gugusan bukit savana. Permukaan air yang tenang menciptakan kontras visual dengan kontur bukit yang dinamis.

Dari puncak bukit, pengunjung dapat menyaksikan hamparan rerumputan hijau dan pola geometris perkebunan tebu yang membentang luas. Panorama ini memberikan perspektif lanskap skala besar yang jarang ditemukan.

Kombinasi savana, danau, dan bukit menjadikan Bukit Punggung Kuda sebagai ruang reflektif yang ideal. Jauh dari kebisingan, kawasan ini menghadirkan ketenangan yang autentik.

Refleksi Konservasi dan Keberlanjutan

Keindahan Bukit Punggung Kuda membawa tanggung jawab besar dalam pengelolaannya. Tekanan aktivitas manusia tanpa kontrol berpotensi merusak keseimbangan ekosistem savana yang rapuh. Edukasi pengunjung dan pengawasan ketat perlu diterapkan untuk menjaga keberlanjutan kawasan ini.

Harapannya, Bukit Punggung Kuda dapat dikelola sebagai ruang olahraga alam dan wisata terbatas berbasis konservasi. Dengan pendekatan yang tepat, kawasan ini dapat tetap lestari dan dinikmati generasi mendatang.

Video

Video