Pertemuan Purbaya Yudhi dengan Deputi Gubernur BI
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melakukan pertemuan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, di kantor Kementerian Keuangan. Diskusi tersebut menyoroti kondisi ekonomi nasional dan pandangan strategis BI terhadap arah ekonomi Indonesia.
Pertemuan ini menjadi sorotan karena muncul kabar bahwa Juda Agung akan mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan. Menurut Purbaya, pertemuan lebih menekankan pada pembahasan ekonomi secara umum, tanpa membahas secara spesifik soal jabatan Wamenkeu.
Ia menyatakan keputusan terkait posisi tersebut sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Diskusi ekonomi yang berlangsung disebutnya berjalan konstruktif dan produktif, dengan saling bertukar pandangan terkait isu makro.
Dalam wawancara singkat, Purbaya menegaskan bahwa kemampuan ekonomi Juda Agung cukup memadai. Ia menilai pengalaman dan pengetahuan mantan pejabat BI itu relevan untuk peran strategis di Kementerian Keuangan. Meski demikian, keputusan resmi mengenai pengangkatan Wamenkeu masih menunggu arahan presiden.
Prospek Juda Agung Sebagai Wakil Menteri Keuangan
Purbaya menilai Juda Agung memiliki kompetensi yang kuat di bidang ekonomi. Pengalamannya di BI dianggap sebagai modal penting jika benar mengisi posisi Wamenkeu. Dengan pengetahuan tersebut, ia dipandang mampu mendukung kebijakan fiskal dan koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.
Meskipun kabar pengangkatan Juda Agung beredar, Purbaya enggan berspekulasi lebih jauh. Ia menekankan bahwa keputusan akhir tetap menjadi prerogatif Presiden Prabowo. Dalam pandangannya, kemampuan teknis dan integritas pejabat sangat krusial dalam menempati posisi strategis semacam itu.
Purbaya menambahkan bahwa pembicaraan mereka lebih bersifat pertukaran pandangan mengenai kondisi ekonomi saat ini. Tidak ada pembahasan formal mengenai rencana penunjukan atau mekanisme administratif pengangkatan Wamenkeu. Hal ini menunjukkan bahwa pertemuan bersifat informatif dan konsultatif.
Perubahan Posisi Deputi Gubernur BI
Sementara itu, Juda Agung dilaporkan telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur BI sejak 13 Januari 2026. Posisi tersebut dikabarkan akan digantikan oleh Thomas Djiwandono, mantan pejabat Kementerian Keuangan. Perubahan ini diperkirakan akan terjadi sebelum Februari 2026.
Purbaya menegaskan bahwa alasan dan urgensi pertukaran posisi tersebut bukanlah ranahnya. Ia menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme internal BI dan keputusan Presiden. Pergantian ini bagian dari rotasi pejabat strategis untuk menjaga kesinambungan kebijakan ekonomi nasional.
BI sendiri telah mengusulkan tiga kandidat calon Deputi Gubernur BI kepada Presiden Prabowo. Selain Thomas Djiwandono, nama Dicky Kartikoyono dan Solikin M Juhro juga masuk daftar kandidat. Semua calon merupakan pejabat karir yang memiliki rekam jejak di BI.
Proses Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur
Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, menyatakan bahwa proses uji kepatutan dan kelayakan calon Deputi Gubernur BI akan segera dilaksanakan. Fit and proper test ini dijadwalkan selesai antara Jumat hingga Senin mendatang. Setelah itu, hasilnya akan dibawa ke rapat paripurna DPR pada 27 Januari 2026.
Misbakhun menambahkan bahwa ketiga calon telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis. DPR akan menilai integritas, kemampuan profesional, serta visi strategis mereka sebelum mengesahkan pengangkatan. Proses ini penting untuk memastikan keberlanjutan kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi.
Dengan selesainya fit and proper test, Presiden dapat segera menentukan pengganti Deputi Gubernur BI. Keputusan ini diharapkan memberi kepastian arah kebijakan ekonomi nasional serta memastikan koordinasi yang lancar antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.
