Dari Greenland ke Kutub Utara, NATO Perluas Operasi Keamanan Arktik

Advertisement

Dari Greenland ke Kutub Utara, NATO Perluas Operasi Keamanan Arktik

Rabu, 04 Februari 2026

 

Dari Greenland ke Kutub Utara, NATO Perluas Operasi Keamanan Arktik

NATO Siapkan Misi Arctic Sentry untuk Perkuat Keamanan Kutub Utara

Organisasi Pakta Atlantik Utara mulai menyusun langkah strategis baru guna memperkuat keamanan kawasan Arktik. Perencanaan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian Amerika Serikat terhadap wilayah Kutub Utara yang dinilai semakin krusial secara geopolitik. 

NATO menilai kawasan tersebut kini menjadi titik persaingan kekuatan global yang tidak bisa diabaikan. Misi yang sedang dipersiapkan itu diberi nama Arctic Sentry, sebuah program peningkatan kewaspadaan militer di wilayah ekstrem utara. 

Inisiatif ini dirancang untuk memperluas kehadiran NATO serta memastikan stabilitas keamanan jangka panjang. Meski detail operasional belum diungkap, NATO menegaskan fokus utama misi berada pada penguatan posisi aliansi. 

Perubahan iklim, terbukanya jalur pelayaran baru, serta meningkatnya aktivitas negara besar menjadi latar belakang utama misi ini. Arktik kini bukan lagi wilayah terpencil, melainkan kawasan strategis bernilai ekonomi dan militer. NATO melihat kebutuhan mendesak untuk beradaptasi dengan dinamika tersebut.

Dorongan Politik AS dan Dampaknya bagi Aliansi


Perhatian NATO terhadap Arktik menguat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menempatkan Greenland sebagai isu strategis utama. Pernyataan Trump mengenai perlindungan kawasan tersebut sempat memicu ketegangan internal di tubuh aliansi. 

Beberapa negara anggota menilai sikap Washington berpotensi mengguncang solidaritas NATO. Meski sempat melontarkan wacana pengambilalihan Greenland, Trump kemudian melunakkan sikapnya. 

Ia mengklaim telah mencapai kesepakatan kerangka kerja dengan Sekretaris Jenderal NATO untuk memperbesar pengaruh AS di kawasan Arktik. Klaim tersebut membuka jalan bagi pendekatan baru yang lebih terkoordinasi dalam aliansi.

Langkah AS itu menempatkan NATO pada posisi sulit namun strategis. Di satu sisi, aliansi harus menjaga kesatuan politik internal. Di sisi lain, NATO dituntut merespons kekhawatiran keamanan yang disuarakan oleh salah satu anggotanya yang paling berpengaruh.

Posisi Greenland dan Arah Kebijakan Keamanan Arktik


Greenland, sebagai wilayah otonomi Denmark, menjadi pusat perhatian dalam dinamika baru ini. Pulau tersebut memiliki nilai strategis tinggi karena letaknya yang menghadap langsung ke kawasan Kutub Utara. 

Keberadaan pangkalan militer dan jalur pengawasan menjadikannya aset penting dalam pertahanan regional. Pemerintah Denmark bersama otoritas Greenland telah membuka dialog dengan Amerika Serikat. 

Pembicaraan ini mencakup evaluasi ulang perjanjian lama yang mengatur kehadiran militer AS di wilayah tersebut. Kesepakatan tahun 1951 menjadi salah satu dokumen yang kini kembali dibahas relevansinya.

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menegaskan dukungan terhadap peningkatan kehadiran NATO di Arktik. Ia menyebut keberadaan permanen aliansi di sekitar Greenland sebagai langkah realistis untuk menjaga stabilitas. NATO pun melihat dukungan ini sebagai sinyal kuat konsensus baru di antara negara anggotanya.

Video

Video