Fungsi Strategis sebagai Ruang Diplomasi Kota
Konteks Diplomasi Global
Jakarta sebagai centrum diplomatik ASEAN membutuhkan ruang publik yang berskala global, bukan hanya sarana estetis tetapi juga arena diplomasi urban. Pendekatan ini mirip dengan konsep “City of UN” di New York yang mengintegrasikan aktivitas diplomasi, ekonomi, dan pariwisata.
Taman Bendera Pusaka diharapkan mampu memberikan ruang interaksi bagi para diplomat, tamu negara, dan masyarakat umum. Penempatan lokasi yang strategis di Blok M juga mendukung keterhubungan dengan infrastruktur kota. Dengan demikian, taman ini dapat menjadi simbol persahabatan internasional di kawasan perkotaan.
Representasi Identitas ASEAN
Taman ini tidak sekadar menjadi ruang publik, namun juga mewujudkan visi Jakarta sebagai ASEAN Hub. Infrastruktur tematik, desain lanskap, dan visual branding di dalam taman dirancang untuk mencerminkan nilai kebersamaan antarnegara.
Setiap elemen akan menjadi representasi simbolis hubungan diplomatik dan persatuan regional. Hal ini akan meningkatkan citra kota di mata komunitas internasional. Di saat yang sama, taman tetap terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
Manfaat Sosial dan Ekologis
Akses Publik dan Kenyamanan Warga
Taman Bendera Pusaka dirancang sebagai ruang interaksi sosial dengan jalur jogging, fasilitas olahraga, dan area bersantai yang nyaman. Revitalisasi ini menjadikan Taman Langsat yang sebelumnya kurang populer menjadi pusat aktivitas baru.
Kehadiran ruang hijau yang luas akan memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental warga. Wisatawan pun dapat menikmati suasana hijau di tengah kota yang padat. Desainnya mempertimbangkan aksesibilitas bagi semua kelompok usia.
Revitalisasi dan Keberlanjutan
Proyek ini dimulai dengan peletakan batu pertama pada 8 Agustus 2025 di Blok M tanpa menggunakan APBD. Tujuannya adalah mengembalikan fungsi ekologis, sosial, dan budaya ruang terbuka hijau yang berkelanjutan.
Pemanfaatan sumber daya non-APBD menunjukkan komitmen terhadap efisiensi dan kolaborasi dengan pihak swasta. Pengelolaan taman akan diarahkan untuk menjaga kelestarian lingkungan dalam jangka panjang. Langkah ini sekaligus mempertegas peran Jakarta sebagai kota yang peduli terhadap keberlanjutan.
Tantangan dan Respons Publik
Protes Pedagang Pasar Barito
Groundbreaking yang berlangsung secara tertutup menuai perhatian publik. Salah satu alasannya adalah kekhawatiran akan potensi gangguan dari pedagang Pasar Barito yang terdampak rencana relokasi.
Kehadiran tokoh seperti Megawati Soekarnoputri pada acara tersebut turut mempengaruhi keputusan untuk membatasi akses. Protes ini menyoroti pentingnya komunikasi yang transparan antara pemerintah dan masyarakat. Tanpa dialog yang baik, resistensi terhadap proyek dapat meningkat.
Mitigasi Dampak Sosial
Penanganan yang partisipatif diperlukan agar revitalisasi ini tidak mengabaikan kelompok terdampak. Strategi inklusif bagi pedagang harus menjadi bagian dari rencana besar. Pemerintah dapat menyediakan solusi alternatif lokasi usaha agar mata pencaharian mereka tetap terjaga.
Di sisi lain, pendekatan komunikasi publik yang adil akan meminimalkan potensi konflik. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk keberhasilan implementasi.